A Vignette by @hyzalfinna
A Cup of Bubble Tea, for Oh sehun
Bae Suzy || Oh Sehun||
Xi Luhan
Romance, Friendship, Fluff
PG-15
SUZY’s POV
Hari ini benar-benar menyebalkan!
Ku lirik Sehun-sahabatku yang duduk disampingku, sambil pura-pura serius membaca materi dalam handout biologi miliknya.
Oh, tentu saja pura-pura! Di dalam otak Oh Sehun hanya ada tiga; pertama Dance, kedua bubble tea, dan ketiga… Luhan Oppa!
Dan jangan harap mata tajamnya itu akan berbinar-binar untuk alas an selain yang ku sebutkan di atas.
Tapiiiiii, bukan bearti dia boleh mengacuhkanku seharian penuh ini! Aku sahabatnya. Bae Suzy, SAHABATNYA.
“Oh Sehun… Sehun-ah… Sehunnie~” Panggilku, berusaha meraih perhatiannya. Sia-sia saja. Sehun tetap menekuri buku biologi seolah-olah akan ada bubble tea keluar dari sana!
Padahal, biasanya dia akan berbalik dan mengerucutkan bibirnya itu karena aku memanggilnya Sehunnie, sambil berkata “Aku bukan anak kecil lagi!”
“Kau marah padaku?” tanyaku langsung. Malas terus-terusan di cueki olehnya. Sehun menggeleng. Matanya masih teruju pada buku biologi.
Oke, ini menjengkelkan! Aku kenal betul Oh Sehun. Kalau sedang marah padaku, dia tak akan mau bicara atau bahkan menghindariku.
Dan terakhir kali dia bersikap begini adalah tiga tahun lalu, saat kami baru masuk SMP. Waktu itu dia marah padaku karena tidak membagi bubble tea-ku padanya. Kekanak-kanakkan? Memang! Errrr
Kalau sampai kali ini, alasannya marah padaku adalah hal kekanak-kanakkan, aku akan mennyekiknya sampai kehabisan nafas!
Ku tatap jalan dihadapan kami. Langit hari ini cerah. Biasanya kalau cerah seperti ini, Sehun akan mengajakku ke taman. Entah untuk sekedar duduk-duduk atau cuci mata hehehe.
Tapi sekarang? Sehun terus-terusan tak mau melihatku. Pura-pura sibuk dengan mata pelajaran Taecyeon saem.
“Sehun~” panggilku lagi saat kami sampai di halte bus. Namun Sehun tetap tak bergeming. Samar-samar ku dengar dia sedang merapal mantra. Eh, maksudnya merapal nama-nama latin dari biota-biota laut.
Sikapnya hari ini benar-benar membuatku kesal. Dicueki sahabat itu tidak enak…
“Suzy, Sehun?” panggil seseorang. Membuatku dan Sehun sontak mendongak.
Luhan oppa, sudah berdiri di hadapan kami. Mobilnya juga sudah terparkir rapi dihadapan kami.
Ku lirik Sehun di sebelahku, ingin tahu reaksinya. Tapi ternyata dia hanya mendengus, kemudian kembali menekuri buku biologinya. Nah… ini Luhan oppa! Hyung kesayangannya! Dia bahkan menyueki hyung tersayang-nya! Daebak…
“Mau pulang bareng?” tawar Luhan oppa dengan ramah. Sekali lagi, ku lirik Sehun di sampingku.
“Dengan Suzy saja” jawabnya singkat. Masih tak mengalihkan pandangan dari buku biologi dihadapannya.
Luhan oppa beralih menatapku. Menunggu jawaban. “Baiklah…” jawabku kemudian mengikuti Luhan oppa menuju mobilnya.
“Oppa…” panggilku begitu Luhan oppa mulai menjalankan mobilnya.
“hmm?” jawab Luhan oppa melirikku sebentar kemudian kembali focus ke jalan dihadapannya.
“Sehun kenapa? Sejak tadi pagi dia diam sekali…” tanyaku sambil memainkan gantungan kunci di tasku. “Dia nyuekin aku terus….” Rajukku.
Luhan oppa tertawa pelan. Kemudian mengusap kepalaku. “Kenapa tidak kau Tanya sendiri saja. Kau yang paling tahu bagaimana cara meluluhkan hatinya, kan?” ucap Luhan oppa, sambil mengedipkan sebelah matanya.
Cara meluluhkan hati Oh Sehun?
* * * * *
Author POV’s
Suzy keluar menuju balkon kamarnya setelah selesai mandi. Tangannya masih memegang handuk kecil untuk meneringkan rambutnya yang baru selesai dicuci.
Dari balkon kamarnya, Suzy melihat Sehun yang sedang latihan dance di dalam kamarnya. Music hip-hop mengalun dan tubuh Sehun dengan lincahnya mengikuti irama lagu tersebut.
“Sehuuuunnn~~” panggil Suzy. Namun lagi-lagi, panggilan Suzy tak dihiraukan oleh Sehun. Namja itu tetap meliuk-liukkan tubuhnya dengan lincah di dalam kamarnya. “OH SEHUUUUUUUUNNNN”
Kali ini Suzy berteriak sekuat tenaga. Namun tetap tak ada jawaban. Dengan kesal, Suzy meraih kerikil yang ada di taman kecil di balkonnya kemudian melempar kaca jendela Sehun.
Satu kali, tetap tak ada jawaban.
Dua kali, namja itu menaikkan volume musiknya.
Tiga kali, namja itu masih tetap cuek.
Empat kali, Sehun keluar dari kamarnya. Membuka pintu menuju balkon dengan kasar.
“Yak! Bae Suzy! Kau mau menghancurkan kaca kamarku ya??!!” Tanya Sehun dengan kesal. Matanya berkilat seolah akan membunuh Suzy karena sudah melempar kerikil ke kaca kamarnya.
“YAK! OH SEHUN! Kau sendiri? Aku sudah memanggilmu sejak tadi tapi kau tidak mau mendengarkanku!” balas Suzy tak mau kalah. Siap meluncurkan semua kemarahannya.
“Aku tidak mau bicara denganmu. Memangnya kenapa? Hah?”
“Kenapa kau tidak mau bicara dengan ku?”
“Tanya saja dirimu sendiri” teriak Sehun. Kemudian masuk kembali kekamarnya. Menutup pintu balkon dan menarik tirai. Membuat Suzy tak bias melihat apa yang dilakukan namja itu di dalam kamar.
“YAK OH SEHUN!!!!! KAU NAMJA PALING KEKANAK-KANAKKAN YANG PERNAH KU KENAAAAAAAAAAAAALLLLLL”
* * * * *
“Suzy, kenapa kau berteriak-teriak tadi?” Tanya eomma Suzy saat Suzy berjalan menuruni tangga menuju ruang keluarga.
“Sehun eomma…” lapor Suzy sambil duduk di sebelah eomma-nya yang sedang merajut. “Sehun tidak mau bicara denganku… tadi dia bicara sih… ah, ani, dia berteriak padaku. Padahal aku tidak tahu apa salahku padanya. Dia sepertinya marah padaku eomma. Ottokhae?” Tanya Suzy sambil bergelayut manja di tangan eommanya.
“Bukankah kalian sudah sering begini? Nanti juga baikan lagi…” jawab eomma Suzy sambil terus merajut.
“Aissshhh. Tapi ini beda eomma! Akhir-akhir ini dia menghindariku. Dan hari ini dia nggak mau ngomong denganku…. Tadi dia sampai berteriak-teriak. Dia kan tidak biasanya begitu…” ucap Suzy lagi sambil mengerucutkan bibirnya.
Mengingat Sehun yang polos dan kekanak-kanakkan itu. Entah kenapa, Suzy jadi kangen…
“Kalau kau ingin berbaikan… mulai saja dahulu. Jangan gengsi. Selama ini kan Sehun sering minta maaf padamu. Sesekali minta maaflah terlebih dahulu” saran eomma Suzy.
Suzy mengangguk perlahan. “Tapi bagaimana caranya eomma?” Tanya Suzy. Masih tak menemukan cara untuk berbaikan.
“Kamu sahabat Sehun kan? Kau pasti tahu..” jawab eomma Suzy sambil mengedipkan mata.
Persis seperti Luhan oppa tadi siang.
* * * * *
Seperti dugaan Suzy, malam ini Sehun sedang duduk-duduk di taman bermain TK mereka dulu. Namja itu duduk di atas ayunan sambil mendengar lagu dari earphone-nya.
Suzy tersenyum, berjalan pelan mendekati Sehun sambil memegang erat dua cup bubble tea di tangannya.
Suzy menghempaskan tubuhnya di ayunan di sebelah Sehun. Membuat Sehun kaget dan berbalik.
“Ini” ucap Suzy sambil menyodorkan satu cup bubble tea di tangannya untuk Sehun.
Sehun tak bergeming. Masih menatap Suzy dengan pandangan bertanya. Akhirnya, Suzy meraih tangan Sehun kemudian menaruh bubble tea itu di tangannya.
Tanpa mempedulikan Sehun lagi, Suzy mulai menyedot bubble tea-nya. Sambil bersenandung pelan dan melihat bintang-bintang yang bertaburan di langit malam itu. Sedangkan Sehun, masih terpaku dengan bubble tea ditangannya.
Suzy berbalik, menatap Sehun. “Kau kenapa sih? Kalau aku ada salah…. Kau bisa memberitahu-ku. Bukannya menghindari-ku terus..” ucap Suzy pelan sambil memainkan kerikil dengan kakinya.
Sehun tak menjawab. Namja itu memperhatikan bubble tea di tangannya dengan seksama.
“Aku tidak suka kalau kau diam….” Lanjut Suzy lagi karena Sehun belum merespon. “Sehun-ah~~”
Lama keduanya hanya terdiam. Sama-sama berpikir….
“Aku… tidak marah padamu” ucap Sehun akhirnya. Suzy mendongak. Menatap Sehun dengan pandangan bertanya.
Sehun menghela napas perlahan. Tersenyum kecil pada Suzy. “Aku hanya sedang berpikir” lanjut Sehun.
“Berpikir? Masa mau berpikir saja kau harus tidak bicara padaku?” tany Suzy heran.
Sehun tertawa, kemudian mengacak pelan rambut Suzy. Membuat Suzy mengomel karena rambut panjangnya itu menjadi berantakkan.
“Karena ini menyangkut banyak hal. Aku jadi perlu waktu untuk berpikir sendiri” jawab Sehun. matanya menatap bubble tea ditangannya.
Suzy kembali menyedot bubble-tea miliknya. Masih tak mengerti dengan alas an Sehun.
Sehun bangun. Memposisikan dirinya berdiri di depan Suzy, kemudian berjongkok dihadapan gadis itu.
“Kau tidak ingin bertanya apa yang ku pikirkan?” Tanya Sehun. suzy mengangguk. Menurunkan bubble tea dari mulutnya.
Menatap mata coklat Sehun dengan pandangan bertanya sekaligus penasaran.
Sehun mendekatkan wajahnya ke wajah Suzy.
Chu~
Namja itu mengecup pelan bibir gadis itu. Ditatapnya Suzy dengan lembut.
“Manis… ternyata begini rasanya” ucap Sehun perlahan. Suzy masih diam. Tak bergerak. Tak menyangka Sehun akan menciumnya. Tak menyangka ciuman pertamanya akan diambil sahabat baiknya.
“akhir-akhir ini, kalau kita minum bubble tea bersama, aku selalu berpikir; bagaimana rasa bubble tea yang tersisa di sela-sela bibirmu… jorok ya?” Tanya Sehun sambil tersenyum.
Suzy masih terdiam. Rasa shock masih menyelimutinya.
“Aku selalu berpikir, apakah suatu hari nanti aku bisa membuatmu bersikap manis padaku. Seperti sikapmu pada Luhan hyung? Aku sellau berpikir, apakah ketika aku member tahu-mu tentang perasaan-ku, kau akan tetap menemaniku minum bubble tea?” Sehun menarik nafasnya perlahan.
“Aku selalu berpikir, apakah hubungan kita bisa lebih baik dari dulu? Bisa semanis bubble tea ini?” Tanya Sehun. matanya masih menatap Suzy lembut.
“Semua pertanyaan itu membuatku tak bisa menatap matamu. Karena aku tahu, jawaban itu akan semakin suram. Karena aku juga tak mau menghancurkan persahabatan kita… aku bingung Suzy-ah” ucap Sehun pelan.
“Kau tidak percaya padaku?” Tanya Sehun lagi. Masih meneruskan monolognya. Diraihnya tangan Suzy, meletakkan telapak tangan gadis itu di dadanya.
“Dada ini.. berdebar lebih cepat saat kau bersama-ku, lebih cepat daripada setelah latihan dance. Berdebar lebih cepat daripada biasanya…. Apakah ini yang namanya cinta?” Tanya Sehun.
Suzy menarik tangannya perlahan dari dada Sehun. membuat Sehun sedikit merasa was-was.
“Kau…..” Suzy mengerucutkan bibirnya. “Tidak jago menggombal” lanjut Suzy sambil memasang wajah kesal. Sehun tertawa.
“Jadi? Jawabanmu?” Tanya Sehun dengan pandangan menuntut.
“Jawaban? Apakah sedari tadi kau bertanya tuan Oh? Sedari tadi kau hanya bermonolog ria! Tanpa membiarkanku bertanya apapun…”
Sehun tertawa, menggaruktengkuknya yang tak gatal. “Kau sendiri yang bilang aku tak bisa menggombal. Lagian kalau kau sudah tahu apa maksudku, kenapa masih harus bertanya sih?” Tanya Sehun jengkel.
Suzy menggeleng. Pura-pura merajuk.
“Aishhh, baiklah. Aku… mencintaimu Bae Suzy. Makah kau…. Emmm, menjadi pacarku?” Tanya Sehun takut-takut. Takut jawaban Suzy tak sesuai keinginannya.
Suzy beralih mengambil Bubble-tea yang ditinggalkan Sehun di ayunan. Kemudian menydorkan bubble tea itu kepada Sehun.
“Minum dulu” ucap Suzy sambil menggoyangkan bubble tea itu dihadapan Sehun. sehun menatap Suzy dengan pandangan bertanya, namun akhirnya menurut juga.
Di sedotnya bubble tea tersebut sampai setengah. “Puas nona Bae? Sekarang jawaba….”
Ucapan Sehun terhenti. Suzy sudah mengecupnya perlahan.
“Bubble teanya tak dingin lagi” komentar Suzy smabil tersenyum.
Sehun tertawa. Dipeluknya tubuh Suzy erat.
“Nappeun yeoja!”
* * * * *
Sejak dulu, seorang Oh Sehun hanya bisa luluh dengan bubble tea.
Tapi siapa yang tahu, kalau segelas bubble tea bisa merubah hubungan kami?
Dari persahabatan, menjadi pacaran…
Akankah cinta kami semanis bubble tea kesukaannya?
* * * * *
That’s how our love started
From
A cup of bubble tea, For Oh Sehun
* * * * *
UHYEAAAAHHHHH
Akhirnya FF ini ide-nya aku dapat waktu lagi main ayunan ~
Maaf ya kalau alurnya kecepetan kkkk
Maaf ya, lama nggak nulis disini. FF chaptered aku nanggung banget sih
Oh iya, kalau mau, kalian bisa baca FF aku Chasing The Snake di indofanfictkpop *promosi
Makasih *bow90degree
@hyzalfinna

Aaaa so sweetttt
*tp singkat crtana..ga mslah*
masa couple ini cm cocok di ff??di real juga cocok kog xixixi <3
suzy mah,dcouple ma sapa aja juga cihuy ahaydee <3
wah daebak thor <3 kkkk~
Kyaa >..<
:D
. Bener bgt tuh Suzy, Thehun gag pandai ngegombal
byangin klo yg ngegombal sehun ajh udh ngakak sndiri
.. FF nya Daebak thor
sukses bwat aq ngakak stengah gila (?)
di tgu ff suzy breng EXO yg lainx y thor
hunzy couple… selalu dpt feelnya klo castnya mreka berdua, entah knp? ^^
duo magnae…..
Cucok…..
Keren….
Tapi,
si sehun mirip adegan secret garden ya.
Jangan-jangan si sehun terinspirasi dari sana
kyaaaaaaaa keren
Kereeeennnnnnnnnnnn thor.